Breaking News

Home / Pemko

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Wali Kota Illiza Buka Muswil VIII ICMI Aceh

Ksnnews.net|Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-VIII Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh, Sabtu, 12 September 2026 di Azana Oasis Hotel.

Acara yang dirangkai dengan seminar nasional tersebut, turut dihadiri oleh unsur pengurus pusat ICMI dan pengurus wilayah ICMI Aceh, para ulama, akademisi, cendekiawan, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai daerah di Aceh

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi ICMI Orwil Aceh yang telah memilih Banda Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan muswil. Ia menyebut hal itu sebagai kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Banda Aceh.

“Bagi kami, ini menjadi kebanggaan. Hari ini Banda Aceh menjadi tempat berkumpulnya para cendekiawan Muslim dari berbagai daerah di Aceh untuk bersilaturahmi, bermusyawarah, dan membicarakan masa depan organisasi serta kontribusinya bagi masyarakat,” ujar Illiza.

Illiza menekankan pentingnya peran ICMI sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, Muswil bukan hanya agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum melihat persoalan masyarakat dan menentukan kontribusi ke depan.

“Pemerintah memiliki kewenangan dan instrumen kebijakan. ICMI memiliki kekuatan intelektual dan kepakaran. Kalau kekuatan ini kita satukan, insyaallah akan lebih banyak persoalan yang bisa kita jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  DSI Banda Aceh Gelar Kajian Dakwah, ASN Perdalam Pemahaman Ibadah Salat

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyoroti tema Seminar Nasional “Kemandirian Ekonomi Ummat dalam Membangun dan Memperkuat Ketahanan Pangan”. Ia menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal pangan tersedia. Di dalamnya ada petani, nelayan, UMKM, pasar, distribusi, teknologi, dan generasi muda. Begitu juga dengan kemandirian ekonomi umat. Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi pelaku ekonomi,” sebut Illiza.

Ia berharap gagasan dari para cendekiawan tidak berhenti di ruang seminar, melainkan bisa diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang dirasakan masyarakat. “Itulah semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan ilmu, inovasi, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Illiza menyatakan Pemerintah Kota Banda Aceh sangat terbuka untuk membangun kerja sama yang lebih erat dengan ICMI, baik dalam bentuk kajian, diskusi kebijakan, maupun program kolaboratif lainnya.

“Kalau ada gagasan yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita kerjakan. Kalau ada kebijakan yang perlu kita diskusikan, mari kita duduk bersama. Kita membutuhkan mitra yang mau ikut memikirkan bagaimana sesuatu bisa menjadi lebih baik,” katanya lagi.

Share :

Baca Juga

Pemko

Kajian Dakwah Pendopo, Wali Kota Banda Aceh : Perkuat Ukhuwah dan Nilai-Nilai Islam

Pemko

UTU Gandeng Pemko Banda Aceh, Riset Kampus Disiapkan untuk Solusi Pelayanan Publik

Pemko

DSI Banda Aceh Gelar Kajian Dakwah, ASN Perdalam Pemahaman Ibadah Salat

Pemko

Wakil Wali Kota Banda Aceh Dorong Digitalisasi Koperasi Merah Putih Syariah

Pemko

Antisipasi Kabut Asap, Pemko Banda Aceh Siagakan Puskesmas 24 Jam

Pemko

Buka Pendidikan Kader Ulama, Wakil Wali Kota Sebut Nilai Keislaman Jadi Fondasi Utama Pembangunan Kota Banda Aceh

Pemko

Pasar Murah di Lueng Bata, Pemko Banda Aceh Subsidi Sembako Rp80 Ribu per Paket

Pemko

Pemko Banda Aceh Raih Serambi Awards 2026