Breaking News

Home / TNI/POLRI

Senin, 20 Juli 2026 - 07:22 WIB

Kapolda Aceh Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri 2026, Siapkan SDM Presisi yang Profesional dan berintegritas.

Ksnnews.net|Aceh Besar – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (20/7/2026). Pendidikan tersebut diikuti oleh 120 peserta didik yang telah dinyatakan lulus melalui proses seleksi dan akan menjalani pendidikan selama lima bulan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga secara resmi memberikan nama kepada batalyon peserta didik Diktukba Polri TA 2026 SPN Polda Aceh, yakni Batalyon “Rawindra Sakti”. Pemberian nama tersebut diharapkan menjadi identitas sekaligus penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai keberanian, ketangguhan, disiplin, serta pengabdian dalam menjalani pendidikan hingga kelak mengemban tugas sebagai anggota Polri.

Upacara pembukaan dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Aceh, personel Polda Aceh, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ruddi Setiawan beserta jajaran Pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.

Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang dibacakan Kapolda Aceh, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh kesempatan mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.

Kapolda mengatakan, para peserta didik merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah melewati proses seleksi secara kompetitif. Karena itu, mereka diminta memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut untuk membangun kompetensi, karakter, dan integritas sebagai bekal menjalankan tugas kepolisian di tengah masyarakat.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolda.

Menurut Kapolda, Pendidikan Pembentukan Bintara merupakan tahapan strategis dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis serta tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari selesainya materi pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, menyelesaikan permasalahan, bekerja sama, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Polri.

Baca Juga:  Cegah Penyimpangan Distribusi BBM, Polsek Silih Nara Intensifkan Pengawasan SPBU dan Pertashop

Kapolda juga mengingatkan para peserta didik untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi disiplin, menghormati tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh, serta menjaga kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.

Ia berpesan agar para peserta didik tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan yang akan dijumpai selama proses pendidikan.

“Apabila merasa lelah, ingatlah kembali tujuan saudara datang ke tempat ini. Ingat doa dan harapan orang tua serta keluarga yang ingin melihat saudara berhasil menjadi anggota Polri yang membanggakan. Jadilah peserta didik yang tidak hanya berorientasi lulus pendidikan, tetapi benar-benar siap menjadi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kepada Kepala SPN Polda Aceh beserta seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh, Kapolda menitipkan para peserta didik untuk dibina secara profesional, objektif, adil, dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa seluruh proses pendidikan harus berlangsung dalam lingkungan yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pendidikan yang keras tidak harus dilakukan dengan cara yang kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat mental, bukan merusak fisik maupun psikis peserta didik,” tegas Kapolda.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadi teladan dalam integritas, kedisiplinan, dan etika, serta membangun budaya belajar yang sehat, profesional, dan saling mendukung demi terciptanya proses pendidikan yang berkualitas.

Melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 tersebut, diharapkan lahir generasi Bhayangkara Presisi yang berkarakter kuat, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum secara optimal guna mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Aceh. Dengan semangat Batalyon Rawindra Sakti, para peserta didik diharapkan menjadi insan Bhayangkara yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Diduga Mortir Peninggalan Masa Konflik Kembali Ditemukan di Pinggir Krueng Aceh

TNI/POLRI

Sanjung Masyarakat, Kapolres Aceh Tengah Hadir Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan

TNI/POLRI

Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

TNI/POLRI

Kapolres Aceh Selatan Janji Rehab Rumah Janda Eks Kombatan GAM hingga Bantu Modal UMKM

TNI/POLRI

Jaga Kondusifitas, Samapta Polres Aceh Tengah Patroli Toko Emas dan Sejumlah Tempat Strategis

TNI/POLRI

Polresta Banda Aceh Tanggapi Terkait Korlap ARA Layangkan Surat Permohononan Kegiatan Aksi Unras di saat Libur Bersama

TNI/POLRI

Prajurit Kodam IM Bersama Warga Perkuat Tali Sling Jembatan Gantung Perintis di Kec. Darul Hasanah, Aceh Tenggara

TNI/POLRI

Patroli Humanis Satlantas Polres Aceh Tengah Cegah Balap Liar dan Tertibkan Knalpot Bising