Breaking News

Home / Berita

Senin, 15 Juni 2026 - 12:22 WIB

Illiza Launching Dakwah Umum Kolaborasi

Ksnnews.net|Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal me-launching Dakwah Umum Kolaborasi di Taman Bustanussalatin Salatin (Taman Sari), Selasa, 9 Juni Malam 2026 malam.

Pada pergelaran perdananya, Pemko Banda Aceh menghadirkan Syeikh Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Khadijah Peggy Melati Sukma. Pasangan pendakwah ini mengisi dakwah akbar “Seuramoe Hatee” di tempat yang sama.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Illiza mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk menjaga nilai-nilai kebaikan tetap hidup di tengah masyarakat.

“Dakwah adalah ikhtiar agar generasi muda memiliki teladan, agar keluarga memiliki pegangan, dan agar masyarakat tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meluncurkan Dakwah Umum Kolaborasi Kota Banda Aceh. Sebuah gerakan yang berangkat dari keyakinan bahwa dakwah tidak bisa berjalan sendiri.

Menurutnya, dewasa ini dakwah membutuhkan kolaborasi. Kolaborasi antara ulama dan generasi muda. Kolaborasi antara komunitas dakwah dan kreator digital. “Kolaborasi antara pendidik, seniman, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.”

Melalui dakwah kolaborasi, pihaknya ingin mempertemukan seluruh potensi tersebut dalam satu semangat yang sama, yaitu menghadirkan lebih banyak kebaikan bagi masyarakat.

“Ini juga sejalan dengan visi Banda Aceh Kota Kolaborasi, bahwa menjaga nilai-nilai Islam dan membangun masyarakat yang kuat bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas ulama, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Baca Juga:  Duo Arjuna Mencari PSI

Terkait dengan tema ceramah kali ini, “Seuramoe Hate”, Illiza menyebutnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Aceh. “Karena dalam budaya kita, serambi bukan sekadar bagian dari rumah. Di situlah keluarga berkumpul, cerita dibagikan, nasihat disampaikan. Dan sering kali, di situlah hati kembali dikuatkan.”

Ia juga terbersit satu hal mengetahui bahwa Syeikh Reza berdakwah di lingkungan muslim minoritas. “Kalau di tempat yang umat Islamnya minoritas saja nilai-nilai Islam tetap dijaga, majelis ilmu tetap hidup, dan dakwah terus berjalan, maka kita yang hidup di Banda Aceh tentu tidak boleh menganggap semuanya akan berjalan dengan sendirinya.”

“Kita hidup di kota yang memiliki begitu banyak nikmat. Masjid ada di setiap gampong. Meunasah hidup di tengah masyarakat. Majelis ilmu tumbuh. Ruang-ruang dakwah terbuka luas. Tetapi nilai-nilai yang baik tetap harus dirawat. Tetap harus dipelajari,” katanya.

Masih kata Illiza, di tengah berbagai kemajuan hari ini, juga ada satu hal yang tidak boleh diabaikan. “Manusia tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik. Manusia juga membutuhkan arah. Membutuhkan nilai. Membutuhkan ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Share :

Baca Juga

Berita

Dinas Peternakan Aceh Jamin Kualitas Hewan Kurban untuk Meugang dan Idul adha

Berita

Illiza Pimpin Apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026

Berita

DPW Solidarity Squad Aceh Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA

Berita

PT JRG Kasasi Ke MA, Laporkan Dugaan Dokumen Bermasalah Ke Bareskrim

Berita

Bus JRG Terlibat Kecelakaan  di Pidie, Manajemen JRG Sampaikan Duka Mendalam

Berita

Ketua DPW PSI Aceh Roadshow ke 23 Kabupaten/Kota, Perkuat Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

Berita

PW IWO Aceh Gelar Tradisi Meugang untuk Anggota Jelang IdulAdha

Berita

T Rival Amiruddin: Jejak Pengusaha Transportasi yang Menjadikan Kepedulian sebagai Identitas